Sebenarnya sudah beberapa kali saya berkunjung di Yogyakarta. Mungkin kunjungan minggu kemaren udah yang kesekian kalinya. Seharusnya, kalau tidak ada halangan, hampir bisa dipastikan setiap dua bulan sekali saya pasti mampir ke Yogyakarta untuk kejar target penjualan di sana.
Yogyakarta, kota yang menyenangkan menurut saya. Tidak terlalu padat dan kronis seperti Surabaya, meski sebenarnya bisa dibilang jalan2 kota Yogyakarta yang relatif sempit agaknya sudah mulai kapayahan dijejali jumlah kendaraan yang makin meningkat setiap tahunnya.
Pelajar, budaya, dan kuliner... saya rasa, itulah daya tarik kota Yogyakarta. Walaupun sesungguhnya tujuan saya kesana adalah untuk berbisnis. Saya kira semua sudah pada tahu, hampir setiap tahunnya puluhan ribu pelajar dan mahasiswa selalu bertambah memadati kota itu untuk menuntut ilmu. Saya berani bertaruh, pasti lebih dari 70% penduduk Yogyakarta adalah pendatang dari daerah lain. Mungkin itulah yang menyebabkan tidak banyaknya orang yang tahu benar seluk beluk mengenai lokasi di seluruh pelosok kota Yogyakarta.
Ya, saya baru menyadarinya. Tidak mudah untuk mendapatkan informasi apabila kita tersesat di sana. Bayangkan, untuk bisa menemukan satu alamat tertentu, paling tidak saya harus bertanya kepada lebih dari tujuh orang. Sebut saja Jalan Iromejan... coba bagi kalian yang memang tinggal di Yogyakarta, apakah kalian tahu lokasi jalan tersebut. Kebetulan waktu itu saya harus ke lokasi tersebut untuk menemui salah seorang teman lama. "Maaf mas, saya tidak tahu..." Paling tidak, di sepanjang Jalan Gejayan, itulah jawaban dari lima orang yang kami mintai petunjuk.
Demikian pula, saat saya harus mencari jalan PPG Matematika. Meski waktu itu, kami telah berada di kawasan Jalan Kaliurang yang sebenarnya jaraknya tidak terlalu jauh dari lokasi jujugan kami, tetap saja saya harus menemukan orang yang kesekian baru bisa mendapatkan info yang jelas. Lebih celakanya lagi, polantas yang ngepos di perempatan jalanpun kayaknya belum tentu bisa diandalkan.
Bagaimana menurut kalian yang baru pertama kali datang ke Yogyakarta, apakah kalian juga mengalami nasib seperti saya?
Yogyakarta, kota yang menyenangkan menurut saya. Tidak terlalu padat dan kronis seperti Surabaya, meski sebenarnya bisa dibilang jalan2 kota Yogyakarta yang relatif sempit agaknya sudah mulai kapayahan dijejali jumlah kendaraan yang makin meningkat setiap tahunnya.Pelajar, budaya, dan kuliner... saya rasa, itulah daya tarik kota Yogyakarta. Walaupun sesungguhnya tujuan saya kesana adalah untuk berbisnis. Saya kira semua sudah pada tahu, hampir setiap tahunnya puluhan ribu pelajar dan mahasiswa selalu bertambah memadati kota itu untuk menuntut ilmu. Saya berani bertaruh, pasti lebih dari 70% penduduk Yogyakarta adalah pendatang dari daerah lain. Mungkin itulah yang menyebabkan tidak banyaknya orang yang tahu benar seluk beluk mengenai lokasi di seluruh pelosok kota Yogyakarta.
Ya, saya baru menyadarinya. Tidak mudah untuk mendapatkan informasi apabila kita tersesat di sana. Bayangkan, untuk bisa menemukan satu alamat tertentu, paling tidak saya harus bertanya kepada lebih dari tujuh orang. Sebut saja Jalan Iromejan... coba bagi kalian yang memang tinggal di Yogyakarta, apakah kalian tahu lokasi jalan tersebut. Kebetulan waktu itu saya harus ke lokasi tersebut untuk menemui salah seorang teman lama. "Maaf mas, saya tidak tahu..." Paling tidak, di sepanjang Jalan Gejayan, itulah jawaban dari lima orang yang kami mintai petunjuk.
Demikian pula, saat saya harus mencari jalan PPG Matematika. Meski waktu itu, kami telah berada di kawasan Jalan Kaliurang yang sebenarnya jaraknya tidak terlalu jauh dari lokasi jujugan kami, tetap saja saya harus menemukan orang yang kesekian baru bisa mendapatkan info yang jelas. Lebih celakanya lagi, polantas yang ngepos di perempatan jalanpun kayaknya belum tentu bisa diandalkan.
Bagaimana menurut kalian yang baru pertama kali datang ke Yogyakarta, apakah kalian juga mengalami nasib seperti saya?



The thing that makes difference is there're my parent stay in my home now... Dad and Mom. We will enliven this New Year together.








